Reminder Harianku: Kalender Harian GIP
Posted on 06. Feb, 2011 by ziaulhaq in Daily, Faith
One of my favorit stuff di ‘meja bengong’ saya adalah kalender harian 2011 produksi Gema Insani Press. Well, sebenarnya kalo untuk kerja lebih efektif kalender meja yang bulanan, karena bisa melihat timeline lebih luas bulan ini, bulan kemarin, dan bulan depan.
Tapi, kalender meja harian ini lebih istimewa.
Pertama, di setiap halamannya (di setiap harinya) ada nasihat ringan yang diambil dari Al-Qur’an / Hadits / pepatah. Hm, jadi ingat koleksi buku ‘Hikmah dalam Humor, Kisah, dan Pepatah’ terbitan Gema Insani Press jaman masih kecil dulu. Mungkin GIP ngambil konten dari buku itu buat dimasukin ke kalender hariannya.
Dengan nasihat ringan yang berbeda di setiap harinya, wawasan dan kematangan diri jadi lebih meningkat. Apalagi buat yang males baca buku.
Kedua, ada kalender hijriahnya. Ini yang sering dilupakan sama kaum muslim Indonesia. Yang sering diingat cuma Ramadhan ama Idul Fithri aja. Padahal banyak tanggal lain yang tak kalah penting untuk mereka. Tahun baru hijriah, puasa Tasu’a, puasa Asyura, puasa tengah bulan, puasa 10 hari Dzulhijjah, dan lainnya.
Ketiga, ada jadwal shalatnya (untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya). Jadi lebih tau sekarang, jam brapa subuh hari ini, jam brapa harus bangun biar gak ketinggalan shalat shubuh di masjid, jam brapa maghrib biar tau kapan buka (kalo lagi puasa). Karena kadang pergeseran waktu shalat itu begitu jauh tanpa disadari. Misalnya subuh, dalam setahun berkisar antara jam 04.00 WIB sampe lebih dari 04.30 WIB. Maghrib juga. Suatu saat jam 17.30 udah mulai gelap, tapi pada tanggal yang lainnya jam 18.00 masih terang benderang.
Keempat, buat reminder umur dan produktifitas. Semakin hari berlalu, kertas yang disibakkan semakin tebal, menandakan hari yang berlalu di tahun ini semakin jauh. Apa saja yang sudah saya kerjakan selama hari-hari itu? Semoga Allah memberikan kebaikan di setiap hari-hari saya. Allah bersumpah dalam Al-Qur’an ‘Wal ‘Ashri’ (Demi masa), Benar-benar manusia itu merugi, kecuali mereka yang beriman, dan berbuat kebaikan, dan saling menasihati tentang kebenaran, dan saling menasihati tentang kesabaran. Perhatikan lho, kata sambungnya ‘dan’, bukan ‘atau’.
Rabbana dzalamna anfusana, wa in lam taghfir lana wa tarhamna lanakunanna minal khasirin… :’(
Kelima, kalendernya warna-warni jadi gak gampang bosan.


