Qira’at: Seni Melagukan Qur’an
Posted on 02. Apr, 2010 by ziaulhaq in Faith
Ikatlah ilmu dengan menuliskannya. Waktu kecil, saya pernah sekilas mempelajari cara melagukan Al-Qur’an dengan lagu Qira’at yang lazim digunakan. Karena kesukaan saya pada qira’at qur’an itu juga, maka jaman esde dan esempe dulu saya banyak hafal ayat Qur’an yang sering diputar di speaker masjid menjelang adzan (meskipun -astaghfirullah- sekarang banyak yang lupa). Waktu itu saya bahkan sering membeli sendiri beberapa koleksi kaset qira’at Muammar ZA (Qori’ internasional dari Indonesia). Mungkin itu juga karena murattal belum populer digunakan di daerah saya.
Menjelang puber hingga dewasa, level frekuensi suara saya terpotong amat drastis. Gak bisa kenceng lagi. So, akhirnya saya jadi lebih banyak dengerin saja daripada jadi qari’ sendiri. Anyway saya sekarang lebih menyukai murattal Syaikh Sudais daripada dengerin Qira’at.
Melagukan Qur’an yang umum disebut Qira’at ini banyak berasal dari Mesir. Kalo jadi Qari’, yang paling utama harus diperhatikan adalah masalah hati. Riya’ dan ‘ujub (ingin dipuji orang) adalah penyakit yang sering muncul. Penyakit lainnya adalah pamrih, mungkin diniatkan nyambi jadi Qari’ kondangan profesional dengan rate tinggi dan sebagainya.
Fenomena itu yang dulu dibahas Syaikh Ali-Ath Thontowi (ulama Al-Azhar Mesir) dalam buku saku karangan beliau (judulnya kurang lebih ‘Selamatkan Qur’anmu, wahai muslimin’). Buku kecil ini amat sangat saya anjurkan buat mereka yang sedang atau ingin mempelajari lagu qira’at qur’an. Ini juga yang kemudian membuat saya lebih suka murattal daripada lagu qira’at. Untuk lebih berhati-hati aja.
Ikatlah ilmu dengan menuliskannya. Meski sekarang udah gak saya pake lagi, namun saya ingin menuliskannya di sini biar gak sama sekali lupa. Smoga juga ada manfaatnya buat yang baca.
Lagu Dasar dalam Qira’at Qur’an
Ada tujuh lagu dasar yang digunakan dalam Qira’at Qur’an yang sering kita dengar. Meskipun bisa saja seorang Qari’ menggunakan pola lagu yang lain selain tujuh lagu tersebut. Bedakan ya, ini tujuh lagu, bukan Qira’ah tujuh (Qira’ah Sab’ah). Lagu itu ya perubahan nada yang digunakan. Kalo Qira’ah tujuh adalah ejaan Qur’an yang berbeda menurut dialek Arab yang berbeda-beda.
Tiap lagu memiliki karakter nada yang berbeda, sesuai dengan daerah asal lagu tersebut. Tiap lagu juga memiliki level ketinggian suara yang berbeda. Rendah, menengah, tinggi, paling tinggi. Untuk standardisasi, masing-masing lagu ini ditulis dalam bentuk syair. Saya nyari MP3 syairnya, namun ndak ketemu. Sementara kalo mau denger contoh lagunya, browsing aja di Youtube. Hehe.
Syairnya saya ketik sendiri berdasar sisa-sisa ingatan, karena susah googlingnya. Kalo ada yang tau kesalahannya, mohon dikoreksi.
Ok, ini sedikit ringkasannya:
- Bayati
Bayati biasanya digunakan di awal pembacaan karena nada awalnya sangat rendah dan kalem. Bayati ada hingga level Jawabul Jawab (nada tertinggi).Syairnya:
نور النبي على العوالم اصفارا *** فأبان أسباب الرّشاد و اظهارا
وشريعة الاسلام راق رواعها *** والكفر اصبح جيشه متقهقرا
لمّا أتى خير الانام بدينه *** والهلّما عقد الخواة من العرى
هامو جميعا بالنبيّ ودينه *** والكفر بعد العرف صار منكّرا
واستبشروا بالمصطفى وبنوره *** والكل صاح مهلّلا ومكبّرا - Shoba
Syairnya:ارى طيرا على الغصن ينادي
اتت بشرى لمجروح الفوأد
بدت ليلا فأضحى عاشقوها
ركوعا سجودا فى كلّ وادBaris ke-2 dan ke-3 diulang masing-masing 2 kali.
- Hijaz
Lagu hijaz ini kayak orang baca syair di kalangan kita.Syairnya:
يا وردة, وصط الرّياضى مطلّة, تزري بوجه ذات خضر عاطرا
الله زاد محمّد تعظيما وهباه فضلا من لدنه عظيما
صلّوا عليه وسلّوا تسليما
يا من سما السّبع الطّباق من العلى
ودنا وكلّم ربّه وتشرّف
انت الذي وطئ البساط بنعله وبخلعه فى الطور موسى كلّفا - Rast
Syairnya:يا سيّدا الكونين يا علّم الهدى
يا بدر طمّ فى الوجود على المدى
يا كوكبا فوق البدور بنصره
يا مرسلا بالقصط يوما سرمدى - Sika
Syairnya diulang dua kaliيا من يرجّى فى القيامة حيث لا
امّ ترجّى فى النّجاة ولا اب - Jiharkah
Syair Jiharkah ini mirip dengan syair baris ke-2 dan ke-3 syair Hijaz, namun dengan lagu yang berbeda.Syairnya:
الله زاد محمّد تعظيما وهباه فضلا من لدنه عظيما
صلّوا عليه وسلّوا تسليما - Nahawand
Ini salah satu lagu favorit saya. Iramanya sendu. Di masjid Baitul Muttaqin dekat kampus ITS ada bapak muadzdzin yang dengan suara khasnya melantunkan adzan pake lagu Nahawand ini.Syairnya cuman sebaris, namun diulang dua kali dengan level berbeda:
الى كم ذالتجلّى وذالتّجنّى امّا يكفيك يا غصن التسانى


amma emanihim
02. Apr, 2010
Assalamualaikum Wr. Wb.
mas zia, kalo bisa dikirimkan contoh lagunya ke email. kalo masnya udah browsing.
atau dibuatkan download link.
wass…
amma
ziaulhaq
02. Apr, 2010
wa’alaikum salam wr wb. weis, enek amma rek. piye kabare ya? ya insya Allah kalo ketemu. Dulu aku punya kasetnya. Cuma ga tau sekarang di mana.
Name (required)
11. Jan, 2011
Assalamu`alaikum Zia!!! Untuk Down load irama Nahawand dan sikha dimana?
tolong ya… Ana udah nyari kemana0mana tapi belum dapat…
terimakasih… Taufiq…..
ziaulhaq
16. Jan, 2011
wa’alaikum salam Taufiq (Taufiq yang mana nih?).
Sepertinya ada contoh pemakaian Nahawand ama Sika di Youtube.
Tapi kalo yang baca liriknya seperti di artikel di atas, belum nemu sih.
saefudin
19. Aug, 2011
Syukron atas syairnya, namun pada shoba ada yang terliwat yaitu bait yang ketiga yang permulaannya ” baddat lailan” terusannya mohon dilanjutkan saya tunggu ya mas ! trima kasih.
saefudin padalarang
ziaulhaq
22. Aug, 2011
o iya, ada yang kelewatan ya. syukran diingatkan.
Aika
30. Apr, 2012
Halooo mas, boleh minta yang ada syakalnya.
Please kirim ke email saya mas..
Lagi butuh bgt sekarang, thx be4