PTC oh PTC ..

PTC oh PTC ..

Posted on 01. Nov, 2009 by ziaulhaq in BizTalk

PTC (Paid ToClick) adalah sebuah program marketing di internet. Secara sederhana dapat dijelaskan seperti ini: ada penyelenggara program iklan yang menjembatani antara pemasang iklan di internet dan calon konsumen. Jenis iklannya adalah Pay Per Click, artinya jika ada calon konsumen yang mengklik iklan tersebut, maka pemasang iklan dikenai biaya. Untuk menjaring minat calon konsumen, penyelenggara program memberikan sebagian keuntungan dari biaya iklan tersebut ke calon konsumen yang mengklik iklan yang bersangkutan. So, pada prinsipnya semua diuntungkan. Pemasang iklan mendapatkan calon konsumen, penyelenggara program mendapat untung, dan calon konsumen selain mendapat iklan yang mungkin memang menarik juga mendapat insentif dari penyelenggara program.

Keuntungan per kliknya beragam, tapi rata-rata tidak banyak. Mungkin sekitar sekian sen US dollar per klik atau kalau dirupiahkan sekitar beberapa ratus rupiah per klik. Setiap harinya calon konsumen diberi jatah beberapa iklan untuk diklik. Jika menginginkan penghasilan yang lebih banyak, beberapa penyelenggara program menawarkan paket-paket khusus. Ada paket membership tertentu, paket pembelian referral, dll. Intinya sih, kalo pengen penghasilan lebih, anda bayar dulu sekian dollar.

Sesuai perjanjian, penghasilan yang kita peroleh akan ditransfer setelah mencapai limit minimum tertentu. Kalau penyelenggara programnya dari luar negeri, biasanya pake Payment Proccessor internasional seperti PayPal atau AlertPay. Kalau penyelenggara programnya lokal, biasanya ditransfer pake bank lokal, misalnya BCA atau Mandiri.

Ada banyak penyelenggara program PTC di internet, misalnya: Bux.to, Clix4coins, ClixSense, dll.

Dulu saya daftar sampe belasan program PTC, salah satunya Bux.to. Di Bux.to juga lah saya invest untuk membeli referral setelah baca beberapa testimoni. Sistem peningkatan penghasilan di Bux.to menggunakan sistem referral. Maksudnya jika ada orang yang mendaftar di bux.to dan menjadi referral kita (semacam downline) maka setiap orang tersebut mengklik iklan kita juga mendapat bagian darinya. Untuk menarik minat orang yang malas mencari referral secara langsung seperti saya, bux.to ‘menjual’ para membernya yang mendaftar tanpa menjadi referral sebagai referral kita, jika kita mau membayar sejumlah uang tertentu. Pada akhirnya, saya lantas membeli 100 referral seharga (seingat saya) $95 atau sekitar 900 ribu rupiah. Itu terjadi menjelang akhir 2008 lalu. Peningkatan saldo yang terjadi cukup signifikan. Sebelum membeli referral, penghasilan saya di bux.to hanya sekitar beberapa sen sehari. Namun setelah membeli 100 referral saldo saya bertambah lebih cepat. Penghasilan saya terbesar melalui PTC hanya di bux.to. Tentu saja, karena hanya di situ saya ikut program referral.

Saya mencoba untuk cashout (mencairkan saldo) saya yang pertama pada Januari 2009, sesaat setelah account Alertpay saya aktif. Saldo saya waktu itu sekitar $220 atau kalau dirupiahkan sekitar dua juta rupiah.

Karena saya tidak mengikuti program premium (paket referral dan program premium membership tidak sama), maka sesuai aturan saldo saya akan diproses dan ditransfer dalam waktu tiga bulan setelah saya meng cash out. Ok, mu musykila, gak masalah.

Bulan berganti, dan akhirnya, sampe sekarang (November 2009) sama sekali tidak ada kejelasan dari Bux.to tentang saldo saya. Sementara saldo saya di web nya terus bertambah. Sepanjang April 2009 – September 2009 saya beberapa kali submit tiket (mengirim surat konfirmasi) ke Bux.to tentang kejelasan pembayaran saldo saya. Ketika saya masih aktif menjalani program, biasanya Bux.to merespon dengan cepat pertanyaan saya. Waktu itu pertanyaan saya seputar teknis saja. Namun kali ini, bux.to tidak pernah sekalipun menanggapi tiket saya, selain email auto confirmation bahwa surat anda telah kami terima dan akan kami proses.

Hmm, yah.. inves 900 ribu yang (sepertinya) sia-sia.

Pada akhirnya, saya memutuskan bahwa langkah saya inves PTC sepertinya merupakan langkah investasi dan usaha yang kurang tepat, karena waktu itu pengujian konsepnya masih sangat kurang matang. Testimoni yang saya dapat masih belum layak dijadikan argumen untuk melangkah. Lebih baik kalau testimoni itu berasal dari orang yang memang kita kenal langsung, ada bukti langsung. Di sisi lain, ini bukan bisnis yang stabil. Saya mendapat pelajaran darinya. Semoga pelajarannya bermanfaat.

Untuk teman2 yang sukses mengcashout program PTCnya, saya ucapkan congratz. Buat yang berencana inves ke PTC, pelajari dulu dengan lebih matang. Pastikan bahwa benar-benar ada orang yang betul-betul telah menerima cashout dengan stabil. Jangan terkena ratjoen2 yang banyak beredar. Saya rasa ini konsep umum investasi. Mungkin ini juga salah satu argumen kecil Warren Buffet tidak mau inves ke dunia IT, meskipun tetap mengakui kedigdayaan Bill Gates. Buffet meragukan kestabilan dotcom, yang memang pernah terbukti ambruk dengan kerasnya pada tahun-tahun awal 2000an. Bagi saya sendiri, apapun dunianya (sepanjang itu halal), peluang masih tetap ada. Lagipula sudah terbukti banyak super konglomerat yang lahir dari dotcom, sebut saja Bill Gates dengan Microsoft, Sergey Brin dan Larry Page karena Google, Mark Zuckerberg dengan Facebook, Matt Mullenweg karena WordPress, Sabeer Bathia dengan Hotmail.

Tags: , , , ,

One Response to “PTC oh PTC ..”

  1. wiyarti sari

    30. Nov, 2009

    terima kasih atas informasinya yang bermanfaat ,kunjungi juga ya situs saya

    Reply to this comment

Leave a Reply