Penggunaan TLD, Subfolder, dan Subdomain

Penggunaan TLD, Subfolder, dan Subdomain

Posted on 25. Dec, 2011 by ziaulhaq in BizTalk, Techno

Pengantar teminologi:

TLD: Top Level Domain. Yaitu akhiran dari sebuah domain, di antaranya: .com, .net, .org, .co.id, .web.id, .de, .qa, .au, dan lainnya. Misalnya: namadomain.com, namadomain.de, namadomain.au

Subfolder: Atau disebut juga subdirectory. Ruangan khusus yang masih berada pada satu domain induk, misalnya: namadomain.com/de, namadomain.com/fr

Subdomain: Ruangan khusus yang terpisah dari domain induk, misalnya: de.namadomain.com, fr.namadomain.com.

Latar belakang: Saya lagi bingung untuk pengorganisasian pilihan bahasa pada salah satu website saya. Mana yang lebih efektif di antara TLD, Subfolder, dan Subdomain. Dan ini sedikit hasilnya setelah baca-baca di internet.

Tips: Jika ingin melakukan penelitian lebih dalam lagi, sebaiknya batasi hasil pencarian artikel maksimal dua tahun ke belakang. Cara kerja mesin pencari selalu berubah setiap saat. Artikel tahun 2009 ke bawah mungkin sudah tidak lagi relevan.

Oke, berikut ulasannya:

Kapan harus menggunakan TLD?

Sejauh ini dalam banyak kasus, penggunaan TLD lebih mencolok di mata search engine (terutama Google)  jika tujuannya adalah untuk pengorganisasian bahasa dan regional negara pengunjung.

Jadi, kalau kita ingin membuat pilihan bahasa Jerman dan ditujukan untuk pengunjung di negara Jerman, sebaiknya kita membuat website baru dengan domain namadomain.de, atau jika target pasarnya adalah negara Perancis, ambil namadomain.fr.

Penggunaan TLD regional juga biasanya memudahkan website tersebut untuk diindeks di negara terkait.

Contoh dari penggunaan TLD ini adalah website Amazon, salah satu toko online terbesar di planet ini. Amazon memisahkan pasar Amerika dan Inggris dengan menggunakan domain berbeda, yaitu Amazon.com (Amerika, dan global) dan Amazon.co.uk (Inggris). Atau situs Ebay, salah satu toko online terbesar di planet ini selain Amazon. Ada Ebay.com, dan ada juga Ebay.com.sg untuk pasar Singapura dan sekitarnya.

Kapan harus menggunakan subfolder?

Pada kenyataannya, pengorganisasian regional menggunakan TLD memerlukan banyak sumber daya. Setidaknya untuk tiap regional kita harus membeli satu domain baru, dan mungkin satu hosting baru dengan server yang lebih dekat dengan negara tujuan. Dan mungkin, penambahan orang juga.

Kalau brand kita tidak terlalu besar, atau belum ingin terlalu ribet, maka penggunaan subfolder bisa jadi pilihan. Penggunaan subfolder dalam satu domain induk juga bisa membantu meningkatkan peringkat domain induk di mata mesin pencari.

Jadi, pengorganisasian seperti ini boleh juga: namadomain.com/de, atau namadomain.com/fr, namadomain.com/au.

Sebenarnya kurang tepat juga dikatakan jika penggunaan subfolder ini hanya dilakukan website bisnis skala kecil menengah, karena ternyata Apple pun menggunakan subfolder: http://apple.com/uk untuk website mereka di pasar Inggris.

Catatan: Jika anda ingin menggunakan metode subfolder untuk pengorganisasian regional, pastikan domain induk anda memiliki TLD global: .com, .net, .org, untuk hasil yang lebih optimal.

Kapan harus menggunakan subdomain?

Dulu Google menganggap subdomain sebagai domain tersendiri, dan memisahkan keyword subdomain dari domain induk. Namun sekarang, Google menganggap subdomain sebagai satu bagian dari domain induk.

Jadi untuk saat ini, sepertinya nyaris tidak ada lagi alasan bagus untuk menggunakan subdomain, karena toh hasil dari subdomain dan subfolder ternyata tidak jauh beda. Sedangkan subfolder lebih mudah pengaturannya.

Kalaupun masih ada alasan untuk menggunakan subdomain adalah, bahwa kita dapat memisahkan server hosting tiap subdomain. Kita dapat menggunakan server di Perancis untuk fr.namadomain.com dan server di Jerman untuk de.namadomain.com.

Tapi sebenarnya, tetap lebih baik menggunakan subfolder daripada subdomain.

Sebagai catatan tambahan, jika ingin membuat website yang berbeda untuk beberapa regional yang memiliki bahasa yang sama (misalkan: Inggris, Amerika, dan Australia sama-sama menggunakan bahasa Inggris), maka sebaiknya tiap halaman dibuat unik dan tidak asal kopi paste dari halaman regional lain. Hal ini berkaitan dengan masalah duplikasi content terhadap SEO.

Semoga bisnis anda (dan bisnis saya) cepat berkembang baik.

Tags: , , , , ,

Leave a Reply