Mengemudikan Mobil Bertransmisi Matic

Mengemudikan Mobil Bertransmisi Matic

Posted on 09. May, 2010 by ziaulhaq in Daily, Techno

Sejak awal bisa nyetir mobil, saya sebenarnya lebih terbiasa menggunakan mobil bertransmisi manual. Mulai dari model jeep, wagon, sedan, pickup, MPV, SUV dari berbagai merek buatan Jepang, Korea, dan Eropa, semuanya transmisi manual. Selain transmisi matic memang masih relatif baru diterima masyarakat kita (meskipun berkembang cukup pesat), transmisi manual memang lebih nyaman digunakan di kawasan kabupaten atau ibukota propinsi seperti Surabaya. Lebih hemat dari segala sisi dan lebih bertenaga. Secara pribadi saya juga lebih suka kalo dipake di jalanan luar kota, karena lebih terasa berkendara dan bisa berekspresi, mainan gigi dan kopling.

Transmisi matic lebih nyaman jika digunakan di jalanan kota yang padat dan macet, alias pengendaraan yang stop and go. Kaki gak perlu pegal-pegal injak lepas kopling. Tangan kiri juga gak perlu kesemutan puter2 tuas perseneling.

Pengemudian mobil bertransmisi manual dan matic sangat berbeda, meskipun konsepnya secara mekanis sama. Tidak semua orang yang telah terbiasa menggunakan transmisi manual bisa langsung lancar menggunakan transmisi matic. Terlebih tanpa pengetahuan konsep penggunaan dasar yang baik, pengemudian bisa membawa petaka. Contohnya kasus mobil yang jatuh dari parkiran atas sebuah gedung di Jakarta, ditengarai pengemudinya (petugas vallet) tidak mengerti transmisi matic, sehingga mobil malah jadi mundur, menabrak pembatas gedung, dan jatuh bebas ke bawah. Contoh lain yang pernah saya baca adalah kasus petugas cuci mobil yang maunya membawa mobil maju untuk masuk ke dalam ruangan, ternyata malah mundur dan nabrak kendaraan lain. Ternyata petugasnya gak ngerti transmisi matic.

Ok, saya ingin berbagi sedikit (karena memang pengalaman matic saya baru sedikit) tentang membawa mobil transmisi matic. Mobil yang sempat saya coba baru Toyota Rush keluaran awal 2010.

Referensi lain tentang konsep ini bisa dilihat di artikel ini: http://forum.otomotifnet.com/forum/archive/index.php/t-452.html

Jadi, kalo dari pengalaman saya, gini nih (saya pake Toyota Rush):

  1. Poin dasar pertama: kaki kiri HARUS nganggur. Pedalnya cuma dua: Gas dan Rem. Semuanya HARUS pake kaki kanan.Kadang2 karena terbiasa bawa manual, suka ada refleks gerakan kaki kiri seakan2 pengen nginjak kopling.
  2. Beda dengan transmisi manual yang pake gigi 1,2,3,4 (ada yang sampe 5 bahkan 6), dan R (Reverse) untuk mundur, maka transmisi otomatis (umumnya) menggunakan gigi P, R, N, D, 2, dan L. Kalo Toyota Rush yang saya pake kemarin di sebelah gigi D ada gigi 3.
  3. Kegunaan gigi-giginya:
    • P (Park) dipake waktu parkir atau menghidupkan mesin.
    • R (Reverse) dipake untuk mundur.
    • N (Neutral) dipake pas berhenti agak lama, misalnya di lampu merah.
    • D (Drive) dipake pas jalan normal.
      D pada dasarnya adalah semua gigi (gigi 1 – max).
    • 2 dipake untuk jalanan menurun.
      2 pada dasarnya adalah gigi 1-2. Di sini ada peran Engine Break buat nahan laju kendaraan akibat gravitasi waktu di jalanan menurun.
    • L (Low) dipake untuk jalanan menurun yang lebih curam.
      L pada dasarnya adalah gigi 1 saja. Karenanya, gaya Engine Breaknya lebih gede dari gigi 2.
    • 3 dipake untuk memberi tenaga lebih dari posisi gigi D. Misalnya pas mau nyalip mobil depan.
      3 pada dasarnya adalah gigi 1-3. Torsinya lebih gede dari gigi D.
  4. Jadi yang harus dilakukan:
    • Poin penting kedua: kalo mau pindah gigi, jangan lupa injak rem supaya transmisi tidak cepat aus.
    • Starter mesin dalam posisi P, dan kaki kanan menginjak rem. Beberapa mobil gak mau nyala kalo posisi transmisi bukan di P dan rem tidak diinjak.
    • Kalo mau mundur dulu, injak rem terus masuk gigi R (Reverse). Rem perlu diinjak karena begitu masuk gigi R, mobil sudah bergerak meskipun pedal gas belum diinjak.
    • Kalo pengen jalan, injak rem terus masuk gigi D. Seperti poin B, rem perlu diinjak karena begitu masuk gigi D, mobil sudah bergerak meskipun pedal gas belum diinjak.
    • Kalo pas kecepatan tinggi dalam posisi gigi D, terus mau nyalip mobil depan, bisa pindah ke gigi 3 untuk mendapat tenaga lebih.
    • Kalo pas berhenti agak lama (misal: macet, atau lampu merah) bisa pindah ke gigi N (ingat, injak dulu rem sebelum ganti gigi), atau tetap pake gigi D tapi injak rem.
    • Untuk jalan menanjak, gak perlu pindah dari gigi D. Gigi D akan otomatis menyesuaikan ke gigi terendah untuk mencapai torsi yang dibutuhkan. Jika gigi 3 kurang rendah, otomatis akan turun ke gigi 2, dan seterusnya.
    • Untuk jalan menurun, pake gigi 2 untuk menahan laju kendaraan akibat gravitasi. Kalo dirasa masih meluncur cepat, pake gigi L.
    • Ketika mau berhenti, injak rem dulu sampe mobil benar-benar berhenti. Setelah itu (tanpa melepas rem) pindah gigi ke posisi P (parkir). Rem perlu diinjak karena ketika berpindah dari gigi D ke P harus melewati gigi R (mundur) dulu.
  5. Kadang (apalagi buat pemula) kesulitan untuk mendapatkan tenaga lebih kalo pas ingin ngebut. Mungkin karena kalo pake manual terbiasa menginjak pedal gas secara linear. Kalo seperti ini, pake sistem Kick-Down (injak pedal gas dalam-dalam).

Hm, secara umum itu aja sih. Ternyata gak terlalu susah kok. Perlu pembiasaan aja sebentar. Terutama untuk kaki kiri dan tangan kiri.

Happy riding.

Tags: , , , ,

Leave a Reply

get generic viagra how to get facebook likes