Mengatasi Mabuk Perjalanan

Mengatasi Mabuk Perjalanan

Posted on 28. May, 2010 by ziaulhaq in Daily

Update: Tulisan ini saya buat ketika dalam sebuah perjalanan (sangat) panjang, dan uploadnya baru terlaksana setelah nyampe. Saya akan membiarkan artikelnya as it is, apa adanya:

Saat tulisan ini dibuat, saya sedang dalam bis untuk perjalanan memotong pulau Jawa dari barat hingga ke ujung paling timur, bersama teman. Unfortunately, sejak awal perjalanan ternyata teman saya udah mual karena mabuk perjalanan, meskipun ga sampe jadi naga, menyembur-nyembur. Dan meskipun sekarang udah selesai makan malam & minum obat, namun mualnya masih terasa. Nih orangnya lagi tiduran buat ngilangin mual. Cepet baikan ya.
Saya yang seumur2 ga pernah mabuk perjalanan, jadi bingung juga mesti ngapain. Ditambah kita pada ga bawa perlengkapan antisipasi mabuk perjalanan. Akhirya cuma bisa browsing2 cari tau seputar mabuk perjalanan.
Di bawah ini sedikit dari hasil browsing2, moga2 ada yang bermanfaat buat yang baca.

Mabuk Perjalanan.
Mabuk Perjalanan (Travel Sickness) dasarnya adalah akibat ketidakseimbangan antara otak dan indera penglihatan pada sistem keseimbangan yang ada di dalam telinga. Teknisnya, ketika tubuh kita bergerak-gerak akibat gerakan kendaraan, sistem keseimbangan tubuh yang terletak dalam telinga kita merespon, namun sistem penglihatan kurang tanggap terhadap perubahan ini. Akibatnya tubuh jadi pusing dan mual.
Anak-anak dan balita lebih rentan terhadap mabuk perjalanan karena mereka lebih aktif dari orang dewasa. Mabuk perjalanan juga bisa diakibatkan oleh faktor psikis, misalnya takut atau tegang, atau mungkin karena gangguan penciuman, penglihatan, atau pendengaran.
Berikut tips untuk mencegah dan mengatasi mabuk perjalanan.

Tips untuk mencegah mabuk perjalanan (bagi yang sering mengalaminya):

  • Mabuk perjalanan tidak harus diberikan obat anti mabuk perjalanan, karena dikhawatirkan ketergantungan obat. Namun dapat diberikan jika memang itu diperlukan,Lebih baik mencegah dan mengobati dengan cara yang lebih aman.
  • Sebelum perjalanan, kondisi fisik harus prima. Jangan makan terlalu kenyang, dan perbanyak minum air putih.
  • Pilih tempat duduk yang paling kecil mengalami goncangan. Jika anda naik bus, pilih duduk di depan. Jika naik pesawat, pilih tempat duduk di dekat sayap pesawat. Jika naik kapal laut, pilih tempat duduk di tengah.
  • Jika mual dan pusing mulai datang, arahkan pandangan anda pada garis horizon (garis terjauh yang dapat anda lihat). Sandarkan kepala dan fokuskan penglihatan pada satu jarak dan objek tidak bergerak, misalnya kaki langit.
  • Hindari membaca atau smsan, apalagi ketika melewati jalan bergelombang.

Hal yang bisa dilakukan ketika anda atau teman anda mengalami mabuk perjalanan:

  • Siapkan kresek atau wadah untuk muntah jika terpaksa tidak bisa menghindari muntah.
  • Letakkan handuk yang telah direndam air dingin di kening sampai kondisinya membaik.
  • Berikan minuman penghangat badan, misalnya jahe. Jika kesulitan, bisa digantikan permen yang mengandung jahe. Jahe baik karena mengandung senyawa yang mencegah mual dan muntah.
  • Berikan ruang yang cukup, dan usahakan untuk tidak banyak bergerak.
  • Usahakan duduk dengan posisi searah perjalanan.
  • Pandang sebuah objek tertentu si horison atau jarak terjauh, misalnya kaki langit atau gunung. Ini karena objek tersebut tidak ‘bergerak’ secepat objek di tepi jalan, sehingga tidak memusingkan.
  • Alihkan rasa mual dengan mendengarkan musik yang disukai. Ini akan memberi pengaruh sugestif untuk mengurangi rasa mual.
  • Jika rasa mual disertai dengan lemas akibat dehidrasi dan penurunan tekanan darah, maka obat anti mual mutlak diperlukan.

That’s all. Cepet sembuh, pren. Perjalanan masih puanjang.

Btw, ini pertama kalinya saya bikin artikel full pake keypad QWERTY hape, murni diketik tanpa kombinasi jurus kopas (Ctrl+C dan Ctrl+V). Menyenangkan juga (kalo kepepet).

Tags: , , , ,

2 Responses to “Mengatasi Mabuk Perjalanan”

  1. keiria

    10. Sep, 2011

    terimakasih tips nya, bang.. :)

    Reply to this comment

Leave a Reply