Emas, Mata Uang Seluruh Dunia Sepanjang Zaman

Emas, Mata Uang Seluruh Dunia Sepanjang Zaman

Posted on 07. Apr, 2011 by ziaulhaq in BizTalk, Faith

Beberapa waktu lalu saya menghabisi buku ini:

Think Dinar

Klik untuk memperbesar

Think Dinar

Pengarangnya Endy J. Kurniawan

Penerbitnya Asma Nadia Publishing House

Belinya di Gramedia

Saya agak menyesal baca buku ini. Menyesal, kenapa gak dari dulu bacanya. Hehe..

Pengertian Dinar dan Dirham

Beberapa negara melabeli mata uang kertas mereka juga dengan dinar. Namun dalam pembahasan ini, disepakati sebagai berikut:

Dinar dalam buku ini disepakati sebagai satuan mata uang emas berupa emas 22 karat dengan berat 4,25 gram. Satuan dinar ini mengacu pada mata uang emas yang digunakan sejak zaman Rasulullah.

Dirham adalah satuan mata uang berupa perak murni dengan berat 2,975 gram.

Penggunaan Dinar dan Dirham selain benefit yang akan dibahas berikut, juga menjadi sebuah sarana dakwah.

Berikut adalah foto koin dinar emas beserta sertifikatnya yang diterbitkan oleh PT. Aneka Tambang:

Dinar Antam

Klik untuk memperbesar

Emas, mata uang global dan universal

Emas adalah mata uang global dan universal yang berlaku di seluruh negara di dunia, dan berlaku dari sejak peradaban awal hingga (Insya Allah) ketika langit runtuh nanti. Artinya, kalo ada orang yang bernasib seperti Ashabul Kahfi yang ketiduran di goa selama sekitar 309 tahun, jika mereka memiliki emas mereka tetap dapat membelanjakannya setelah mereka bangun. Coba kalo rupiah, hampir tiap 10 taun aja udah gak laku.

Konon, salah satu negara adidaya membekali pilot mereka dengan sejumlah emas dalam kotak peralatannya. Sehingga kalo si pilot itu terdampar di suatu tempat, dia masih dapat belanja.

Itu sifat global dan universalnya emas.

Emas, sebagai alat investasi

Dalam sebuah contoh kasus di buku ini, biaya haji pada masa ketika buku ini ditulis (2010)  sebenarnya jauh lebih murah dari biaya haji sekitar 11 tahun sebelumnya (1999). Itu karena biaya haji 2010 setara dengan sekitar 22 dinar emas, sedangkan biaya haji tahun 1999 setara dengan sekitar 97 dinar. Artinya, harga emas tahun 1999 jauh lebih murah dari tahun 2010. Artinya lagi, dengan dinar emas biaya haji tahun 2010 hanya seperempat biaya haji tahun 1999. Jika seseorang memiliki 97 dinar emas, dia dapat berhaji seorang diri pada tahun 1999, namun dia dapat mengajak serta 3 orang keluarganya jika ia berhaji tahun 2010!

Selain biaya haji, emas  juga dapat digunakan sebagai cadangan untuk biaya sekolah anak beberapa tahun mendatang, atau biaya untuk keperluan lainnya dalam jangka panjang.

Tren harga emas cenderung selalu naik. Itu membuatnya menjadi sebuah alat investasi yang menguntungkan.

Paling tidak, emas adalah penyimpan nilai kekayaan. Mata uang kertas hampir setiap tahun selalu mengalami inflasi karena nilainya semu. Nilai mata uang kertas hanya berupa nilai nominal dan bergantung pada janji pemerintah setempat. Nilai intrinsiknya (nilai bahannya) rendah. Nilai bahan pecahan mata uang kertas 100 ribu rupiah mungkin hanya kurang dari seribu rupiah. Hanya selembar kertas kecil bercetak dan berhologram. Sedangkan emas, nilai nominalnya sama dengan nilai intrinsiknya. Tidak tergantung janji pemerintah.

Emas dan US Dollar

Intinya, tidak perlu dikaitkan karena memang sebenarnya tidak ada kaitannya. Beberapa orang berasumsi bahwa harga emas setara dengan kurs USD. Jika USD menguat, maka harga emas naik, dan sebaliknya. Faktanya, keduanya tidak ada hubungannya.

Iseng-iseng saya coba lihat gold price history dan currency history selama 60 hari ke belakang:

Ini currency history USD / IDR, diambil dari http://www.oanda.com/currency/historical-rates/

USD to IDR

Kurs USD terhadap Rupiah

Ini adalah history harga emas 60 hari ke belakang, diambil dari http://www.goldprice.org/spot-gold.html

Gold Price History

Harga Emas Terhadap USD

Dan ternyata, memang sangat berkebalikan. Kurs USD terhadap rupiah cenderung melemah setiap harinya, sementara harga emas per onz terhadap USD justru semakin menguat.

Emas dan Intrik Global

Beberapa bab buku ini membahas panjang tentang intrik global tentang mata uang dan emas. Pada masa awal kesepakatan mata uang kertas, selembar mata uang kertas berarti jaminan kepemilikan emas senilai yang tertera di kertas itu. Sehingga negara yang memiliki banyak cadangan emas boleh menerbitkan banyak mata uang kertas. Namun dengan intrik global akhirnya kesepakatan itu tidak diberlakukan lagi. Negara tidak harus memiliki cadangan emas untuk menerbitkan mata uang kertasnya.

Sangat disayangkan, Indonesia sebagai salah satu negara dengan kekayaan alam emas yang berlimpah (terutama di area Freeport Tembagapura, Irian Jaya) justru emasnya pindah ke saku negara lain dengan mudahnya, selama puluhan tahun.

Mulai menabung emas

Dalam hal nilai, investasi dengan emas lebih mudah daripada investasi membeli tanah. Menabung atau berinvestasi dengan emas dapat dimulai dari detik ini juga. Kita dapat mulai membeli emas gram demi gram. Tidak seperti tanah yang harus dibeli per petak dengan harga yang jauh lebih mahal. Sebagian dari gaji bulanan dapat disisihkan untuk membeli beberapa gram emas, atau mengumpulkan uangnya dan membeli koin dinar setelah cukup terkumpul.

Selengkapnya, baca sendiri deh bukunya. Kalo mau pinjam punya saya juga boleh :)

Selamat belanja emas..

Tags: , , , , , , ,

Leave a Reply